Selamat datang di Lab Konversi!
Saya bangun platform ini karena gemes ngelihat banyak advertiser yang
burn out. Mereka nyemplung ke digital marketing, nyoba main di
semua channel—sosmed, SEO, TikTok, email—tapi lupa satu hal yang paling dipeduliin
oleh bisnis owner: Revenue.
Dulu saya juga sempat mikir kalau digital marketing itu harus bisa segalanya.
Padahal, jadi generalis itu capek. Budget habis buat coba-coba, bingung waktu ditanya
RoAS (Return on Ad Spend), dan akhirnya nyerah karena kerjanya cuma nebak-nebak
audiens mana yang bakal beli.
Dari situ saya sadar, jalan keluarnya bukan belajar semua hal, tapi fokus
jadi spesialis. Spesialis di bidang Performance Marketing.
Di dunia performance marketing, nggak ada ruang buat asumsi.
Semuanya berbasis data riil. Kalau konversi jelek, kita nggak nyalahin algoritma.
Kita lihat datanya. Sayangnya, kebanyakan advertiser di Indonesia masih lack ilmu
basic soal tracking dan analytics. Set up pixel salah, konversi ganda, atau bahkan
nggak ditrack sama sekali. Ya gimana mau scale kalau datanya aja buta?
Lewat Lab Konversi ini, saya bakal kupas tuntas gimana caranya jadi Performance Marketer
yang beneran paham cara baca dan proses data. Kita obrak-abrik soal tracking,
Google Analytics, Tag Manager, sampai optimasi konversi. Biar kedepannya,
keputusan yang kamu ambil selalu divalidasi oleh angka, bukan sekadar feeling.
Siap untuk eksperimen pakai data beneran?