Tracking Scroll dan Form Submission
Di chapter sebelumnya kamu sudah belajar tracking klik. Sekarang naik level: kamu akan belajar mengukur seberapa jauh pengunjung scroll halaman dan mendeteksi saat mereka mengirim formulir. Dua jenis tracking ini sangat berguna untuk mengoptimasi konten dan lead generation.
Scroll Depth Tracking
Pernah nulis artikel panjang 2000 kata, tapi curiga tidak ada yang baca sampai bawah? Dengan scroll tracking, kamu bisa tahu persis di titik mana pembaca “menyerah” dan meninggalkan halaman.
Mengaktifkan Built-in Variables Scroll:
- Buka Variables > Configure (Built-In Variables)
- Centang semua di kategori Scrolling:
Scroll Depth ThresholdScroll Depth UnitsScroll Direction
Buat Trigger:
- Triggers > New
- Nama:
Trigger - Scroll Depth - Tipe: Scroll Depth
- Scroll Depth Type: pilih Vertical Scroll Depths > Percentages
- Masukkan angka:
25, 50, 75, 90 - Opsional: di bagian “This trigger fires on”, kamu bisa filter supaya hanya aktif di halaman tertentu. Contoh:
Page Path— contains —/blog/ - Simpan
Buat Tag:
- Tags > New
- Nama:
GA4 Event - Scroll Depth - Tag Configuration: Google Analytics: GA4 Event
- Event Name:
scroll_depth - Event Parameters:
scroll_percentage/ Value:{{Scroll Depth Threshold}}page_location/ Value:{{Page URL}}
- Triggering: pilih
Trigger - Scroll Depth - Simpan
Sekarang, setiap kali pengunjung scroll ke 25%, 50%, 75%, atau 90% halaman, GA4 akan merekam event-nya. Data ini akan membantu kamu memahami di mana letak “titik bosan” pengunjung.
Cara Membaca Data Scroll
Setelah data terkumpul beberapa hari, buka GA4 > Reports > Engagement > Events. Cari event scroll_depth.
Misalnya kamu melihat pola seperti ini di salah satu artikel blog:
- 25%: 1.000 event
- 50%: 600 event
- 75%: 200 event
- 90%: 50 event
Artinya ada penurunan drastis antara 50% dan 75%. Di bagian itu mungkin ada paragraf yang terlalu panjang, atau pembaca merasa informasinya sudah cukup. Ini insight yang bisa kamu pakai untuk memperbaiki struktur konten.
Form Submission Tracking
Kalau website kamu punya form kontak, form pendaftaran, atau form lead generation, tracking kapan form itu berhasil dikirim adalah data yang krusial.
Mengaktifkan Built-in Variables Form:
- Variables > Configure (Built-In Variables)
- Centang semua di kategori Forms:
Form ElementForm ClassesForm IDForm TargetForm URLForm Text
Buat Trigger:
- Triggers > New
- Nama:
Trigger - Form Submit - Tipe: Form Submission
- Centang Wait for Tags (penting supaya tag sempat berjalan sebelum halaman berpindah)
- Centang Check Validation (supaya trigger hanya aktif kalau form benar-benar valid dan terkirim, bukan saat user klik submit tapi form validation gagal)
- Pilih Some Forms
- Atur kondisi:
Form ID— equals —contact-form(sesuaikan dengan ID form di website kamu) - Simpan
Buat Tag:
- Tags > New
- Nama:
GA4 Event - Form Submit - Tag Configuration: Google Analytics: GA4 Event
- Event Name:
form_submit - Event Parameters:
form_id/ Value:{{Form ID}}page_location/ Value:{{Page URL}}
- Triggering: pilih
Trigger - Form Submit - Simpan
Troubleshooting Form Tracking
Dari pengalaman saya, form tracking di GTM itu yang paling sering bermasalah dibanding jenis tracking lain. Beberapa penyebab umum:
-
Form tidak pakai elemen
<form>standar. Beberapa framework modern (React, Vue) tidak selalu render elemen<form>HTML tradisional. Kalau trigger Form Submission tidak berfungsi, coba pakai trigger Custom Event dan kirimkan event dari kode JavaScript secara manual viadataLayer.push(). -
Form dikirim via AJAX tanpa redirect. Kalau setelah submit form halamannya tidak pindah (AJAX submission), trigger Form Submission kadang tidak terdeteksi. Solusinya sama: pakai
dataLayer.push()yang dipicu setelah AJAX berhasil. -
Form dari pihak ketiga (Typeform, Google Forms, dll). Form yang di-embed dari platform lain biasanya berada di dalam
<iframe>, dan GTM tidak bisa mendeteksi event di dalam iframe dari domain berbeda. Untuk kasus ini, cek apakah platform tersebut punya fitur callback URL atau webhook yang bisa dimanfaatkan.
Kombinasi Scroll dan Form untuk Optimasi Landing Page
Ini saran praktikal dari saya. Kalau kamu punya landing page dengan form di bagian bawah, kombinasikan data scroll dan form submission:
- Kalau banyak yang scroll sampai 75% tapi tidak ada yang submit form, berarti pengunjung sudah lihat form-nya dan memutuskan untuk tidak mengisi. Masalahnya ada di form: mungkin terlalu banyak field, atau tidak ada insentif.
- Kalau kebanyakan berhenti scroll di 25%, berarti mereka tidak sampai melihat form. Masalahnya ada di konten atas: headline-nya kurang menarik atau value proposition-nya tidak jelas.
Data mengarahkan kamu ke akar masalah yang spesifik, bukan sekadar “landing page nggak perform.”
Chapter berikutnya akan membahas cara memanfaatkan dataLayer untuk tracking yang lebih advanced.